Rabu, 26 November 2014

TK AISIYAH, Solokuro Lamongan


TK Aisiyah, Solokuro Lamongan
Luas Tanah                     : 1200 m2
Luas Bangunan               : 650 m2
Lokasi                            : Solokuro Lamongan
Arsitek Prinsipal              : Ricko Pradiantoro, ST,
                                        Heru Prasetiyo U, ST
Interior                            : Sigit Pramana P, ST
Deskripsi                        :


Bird Eye View - TK Aisiyah Solokuro, Lamongan



View Kolam Renang - TK Aisiyah Solokuro, Lamongan

View Taman Bermain - TK Aisiyah Solokuro, Lamongan

Interior - TK Aisiyah Solokuro, Lamongan
Interior - TK Aisiyah Solokuro, Lamongan

widget

Rabu, 21 Mei 2014

Musholla Nurullah

Musholla Nurullah - View Tower
Musholla Nurullah, Pare Kediri
Luas Tanah                    : 180 m2
Luas Bangunan             : 275 m2
Lokasi                              : Pare Kediri
Arsitek Prinsipal             : Ricko Pradiantoro, ST
Interior                              : Heru Prasetiyo U, ST
Deskripsi                          :
Musholla Nurullah - View 1
Musholla, adalah sebuah tempat atau rumah kecil yang digunakan sebagai tempat mengaji dan beribadah (sholat) bagi umat muslim. Fungsinya menyerupai Masjid, namun ada beberapa perbedaan antara lain;

  • Tidak dapat digunakan untuk Shollat Jumat
  • Tidak dapat digunakan untuk Itikaf
  • Biasanya milik perseorangan
  • Ukurannya lebih kecil daripada masjid.
Sebuah tempat yang berfungsi sebagai tempat menyembah Sang Khaliq, Allah SWT, haruslah merepresentasikan keagungan,Nya. Tidak melalui seberapa besar bangunan ibadah tersebut, tidak pula dengan seberapa tinggi bangunan melainkan menerjemahkan dengan esensi dari nilai estetikanya.
Musholla Nurullah - View Taman Belakang
Esensi nilai estetika sebuah tempat ibadah dimulai dengan bersih. Kebersihan adalah sebagian dari iman. Iman kepada Tuhan YME. Oleh karena itu kebersihan adalah hal utama yang dicapai untuk menciptakan bangunan ibadah yang layak. Kedua adalah sifat ke-Agung-an serta ke sederhanaan Tuhan di presentasikan melalui skala bangunan yang lapang, lega, dan tetap ber-sahaja terhadap lingkungan sekitar. Lalu yang ketiga, esensi nilai estetika terhadap tempat ibadah adalah ke-khusyuk-an. Manusia berada dalam tempat ibadah agar dapat ber-ibadah dengan sungguh-sungguh, "khusyuk" tunduk terhadap Allah SWT. Nilai tersebut dapat tercapai apabila ruangan di dalamnya bersih, minim ornamen, pencahayaan cukup dan sejuk menenangkan hati serta pikiran.
Musholla Nurullah - View Interior
Musholla ini memiliki ketiga esensi nilai estetika tersebut. Tampilan serta ruang dalamnya bersih, lega, luas dan memiliki kolam sederhana pada bagian samping shof sholat. Bangunan yang sengaja di desain tidak menggunakan pendingin ruangan, maka sistem cross ventilation diterapkan disini. Serta ceiling yang tinggi berfungsi untuk mengeluarkan hawa panas dari dalam ruangan keluar. Dengan begitu, terciptanya nuansa beribadah yang bersih, tenang, sehat, aman dan nyaman.
Musholla Nurullah - View Depan

Minggu, 07 Juli 2013

C-House


C-House Perspective
C-HOUSE
Luas Tanah                    : 100 m2
Luas Bangunan               : 162 m2
Lokasi                           : Surabaya
Arsitek Prinsipal              : Ricko Pradiantoro, ST
Interior                           : Ricko Pradiantoro, ST
Deskripsi                       :

            Berdasarkan data kepadatan penduduk di kota metropolitan, Surabaya khususnya sudah mencapai tiga juta jiwa tahun ini (dispenduk capil Surabaya 2013). Maka telah berubah pula pola hidup dan hunian masyarakatnya. Memiliki rumah dengan halaman di tengah kota (urban) sudah hal yang sangat sulit untuk dijumpai. Pada kasus ini, pemilik menginginkan hunian yang compact, bersih dan mempunyai view halaman yang baik. Kami mencoba menerapkan konsep rumah compact. Rumah compact adalah rumah yang memiliki luasan terbatas tetapi memenuhi kebutuhan sang pemilik rumah untuk ber-aktivitas sehari hari.

C-House Massing Concept

C-House Axonometric Concept
            Sebuah rumah memiliki fungsi-fungsi yg mewadahi kehidupan didalamnya. Sebuah rumah konvensional memiliki ruang-ruang yang membagi aktivitas yg terjadi didalamnya. Contohnya ruang tamu untuk menerima tamu, ruang tidur untuk beristirahat, dapur untuk memasak dan ruang makan untuk makan. Secara garis besar strategi ini dibagi menjadi tiga bagian, yang pertama adalah bagaimana mereduksi kebutuhan ruang keluarga, hal ini dicapai dengan optimalisasi program dan hibrida program. Yang kedua adalah mengurangi volume ruang hidup sampai titik yang esensial yaitu dicapai lewat antropometri. karena mungkin sebenarnya kita hidup dirumah yang jauh lebih besar dari yang sebenarnya kita butuhkan. setelah rumah tersebut ringkas dan berukuran kecil,   berikutnya adalah bagaimana ruang yang kecil tersebut menjadi nyaman untuk ditinggali.
Interior View 1
Interior View 2


Courtyard and Stair


Roof Garden - Bird Eye View

Kamis, 10 Januari 2013

NEWTON Business Hotel


NEWTON BUSINESS HOTEL
Project                 : Hospitality
Lokasi                  : Kalimantan
Luas Bangunan     : 840 m2
Luas Tanah           : 230 m2
Tahun                   : 2012
Arsitek                 : Ricko Pradiantoro, ST (creative studio architect)
Interior Design      : Heru Prasetiyo U, ST
                              M. Akbar Amal A, ST
                              Rizal Bachtiar, ST


Newton Hotel - Perspective View 1
Sebuah kesederhanaan awal dari sebuah impian untuk menciptakan nuansa nyaman dalam sebuah bangunan hospitality. Di dalam area pusat kota, di Kalimantan, keramaian maupun kepadatan menjadi soal utama dan nilai tambah untuk lokasi hotel. Hotel ini merupakan hotel bintang dua, istilah umumnya adalah Business Hotel, terletak di tengah kota, luasan yang tidak terlalu besar dan desain yang menarik. Tiga kata kunci itulah yang kami tangkap untuk memulai mendesain hotel ini.

Newton Hotel - Perspective View 2
Konsep tampak depan yang simple dan bersih, hal ini ditujukan untuk mempermudah maintenance dan agar tampak lebih menonjol dari lingkungan sekitarnya. Di terima dengan enterance kantilever 8m dan kolam air di teras depan seakan menciptakan suasana yang berbeda dari hotel-hotel lainnya.

Newton Hotel - Interior Lobby View
Masuk kedalam bangunan di terima oleh kehadiran warna kayu tanah borneo yang hangat dan kokoh, menjadikan pengalaman yang berbeda seakan-akan memasuki lobby hotel bintang lima.

Newton Hotel - Interior Lobby View
Hangatnya sentuhan kayu mahoni menjadi ciri khas tersendiri dalam lounge ini.

Newton Hotel - Interior Deluxe Room
 Kenyamanan dapat diraih dengan menghadirkan nuansa yang berbeda, warna hangatnya kayu yang berpadu dengan lantai parquete jati serasa kombinasi yang cocok untuk kamar yang berukuran 5 m x 4 m ini.

Newton Hotel - Interior Deluxe Room
Sentuhan desain tempat tidur yang terinspirasi dengan gaya podium ala japanese style, menjadi daya tarik tersendiri pada kamar deluxe room ini.

Newton Hotel - Interior Platinum Room
 Berbeda dengan kamar sebelumnya, Platinum Room berukuran 5 m x 5 m ini memiliki desain interior yang sedikit maskulin. Furniture yang kokoh, dan simpel menjadi ciri khas dari kamar ini.


Newton Hotel - Interior Platinum Room
Sebuah desain dapat merubah cara pandang maupun pola pikir seseorang. Kenyamanan dan eksklusifitas menjadi prioritas utama dalam hal mendesain Bussiness Hotel ini.
Newton Hotel - Interior Platinum Room

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More