Kamis, 11 Oktober 2012

A House (Breathing House)

A House - Front View
A House
Project                       : Housing
Lokasi                        : Sidoarjo, East Java
Luas Bangunan           : 65 m2
Luas Tanah                 : 112.5 m2
Tahun                         : 2012
Arsitek                       : Ricko Pradiantoro, ST (creative studio architect)                                  


A House - Perforated Brick Wall
Rumah yang berlokasi di jantung kota atau bisa disebut dengan urban house, memiliki luasan yang sangat terbatas dengan konsep yang kompak. Dengan kata lain, lahan terbatas tidak menjadi halangan untuk memiliki konsep rumah yang sehat dan layak untuk dihuni. Hal ini dapat dicapai apabila adanya kerjasama dari arsitek dengan klien yang menghuni rumah tersebut. Kebanyakan masyarakat membangun sebuah rumah tanpa perencanaan dilahan terbatas adalah pilihan yang kurang tepat. Maka diperlukan perencanaan yang matang serta tepat guna. Luasan ruang berbanding lurus dengan kebutuhan ruang pada sebuah bangunan. Dengan kata lain kebutuhan ruang sangatlah berpengaruh dengan efektifitas kegiatan didalam rumah dan luasan ruang yang dapat di kombinasikan dengan beberapa fungsi kegiatan dalam satu ruang dapat menjadi sebuah solusi.

A House - Living Room
Selain menciptakan sebuah hunian yang nyaman, diperlukan aliran angin dan cahaya matahari untuk menciptakan hunian yang sehat. Menangkap angin melalui diniding perforated brick wall lalu di teruskan kedalam area taman tengah atau courtyard. Taman ini berfungsi sebagai elemen hidup kedalam ruangan keluarga yang menjadi pusat aktivitas penghuni. Selain itu taman berfungsi menampung kegiatan hobby penghuni yang suka bercengkerama menghirup udara segar di pagi hari.

A House - Kitchen Pantry
Ruang keluarga di support oleh ruangan lainnya, semisal dapur dan pantry. Apabila ada acara besar, maka penghuni dengan mudah menyajikan santapan kepada tamu tanpa mengganggu aktivitas ruangan lainnya.

A House - Living Room


A House - Studio
Rumah ini memiliki mezzanine yang berfungsi sebagai studio kerja, dimana posisi tangga menjadi akses dan aksen yang menarik pada ruang utama di Rumah ini. Didukung struktur plat baja 8mm yang dicat powder coating berwarna kuning. Ruang Kerja termasuk memanfaatkan ruangan yang terbatas di void rumah.

A House - Bed Room

Rabu, 04 Juli 2012

SPLIT House


Split House - Perspective Detail Perforated Metal

SPLIT House
Project                       : Housing
Lokasi                        : Bintaro, Jakarta
Luas Bangunan           : 215m2
Luas Tanah                 : 125 m2
Tahun                         : 2012
Arsitek                       : M. Akbar Amal A, ST (creative studio architect)
                                   Ricko Pradiantoro, ST
                                              
Split House - Perspective


Suatu rumah terkadang tidak hanya dihuni oleh satu generasi saja, namun bisa saja diteruskan ke generasi-generasi selanjutnya. Seperti halnya pada rumah keluarga yang berlokasi di bintaro, Jakarta ini. Dengan lahan seluas 13,5 m x 9,85 m, berdiri sebuah rumah yang ingin direnovasi oleh pemiliknya namun dengan tuntutan agar rumah tersebut bias mengakomodasi kedua anaknya yang kini semua telah berkeluarga. Renovasi yang dilakukan pada rumah ini menggabungkan dua rumah menjadi satu unit. Dengan menempatkan unit utama di depan sedangkan unit kedua berada di belakang. Karena rumah ini serasa di bagi menjadi dua, maka dapat disebut dengan Split House atau rumah terbagi. 

Rancangan Split House yang merupakan penyatuan dari dua unit rumah ini bisa dianalogikan seperti sebuah flat dimana dengan lahan dan ukuran yang sangat terbatas, namun harus mampu mengakomodasi semua kebutuhan ruang yang diperlukan penghuni. Sebuah inspirasi pula bagi mereka yang ingin menyiasati rumah di lahan sempit.

Split House - Perspective

Ruang-ruang yang ada di dalam rumah ini terdiri dari ruang keluarga, kamar tidur anak, kamar tidur utama dan dapur serta perabotnya. Dimana orientasi pemilik menjadi hunian kompak, karena terbatasnya lahan dan dana sang pemilik. Secara estetika, menggunakan material un-finished atau material ekspose yang terdiri dari batu bata ampas tebu, beton cor, plat baja perforated yang menjadi tumbuhnya tanaman rambatan sehingga menjadi sunscreen yang ‘hidup’ serta kayu bengkirai sebagai soft element hunian. Pemilihan konsep yang demikian, di samping untuk menekan dana namun juga agar bangunan dapat berekspresi sebagai bangunan Urban dan juga respon terhadap lingkungan yang mana menjadi salah satu misi dalam setiap bentuk rancangan kami. 

Split House - Detail

Rumah yang terletak di sisi hoek ini mengharuskan memiliki dua muka, dimana salah satu mukanya menghadap arah Barat yang seperti kita ketahui di wilayah tersebut memiliki panas yang berlebih. Oleh karena itu, Ruang yang menghadap sisi tersebut dibuatkan semacam ruang insulasi yang terlindungi oleh kisi-kisi dari kayu bekas bekisting yang difinish ulang. Sedangkan di lantai 1, ruangnya terdiri dari ruang-ruang yang "pantas" dihadapkan pada sisi Barat,  seperti dapur dan kamar mandi. Hal-hal semacam itu menjadi perhatian kami dalam merancang rumah ini agar rumah tetap memiliki kenyamanan termal. 

Kamis, 26 April 2012

Perumahan Griya Bengawan Asri


Project    : Perumahan Griya Bengawan Asri
Location  : Lamongan, East Java Indonesia
Year        : 2010
Architect : M. Akbar Amal Ananda, creative studio

Tampak Depan - Tipe Raflesia
Tampak Depan - Tipe Akasia
Perkembangan kota Lamongan yang signifikan ditambah dengan penambahan-penambahan fasilitas penting di kota tersebut, mengundang orang-orang ingin menjadikan kota lamongan sebagai kota hunian mereka. Hal ini dilirik para developer-developer untuk membuat kompleks permukiman di kabupaten tersebut. Seperti halnya kompleks permukiman yang satu ini. Pengembang menginginkan suatu kompleks yang ekslusif namun tetap terjangkau. Dengan desain yang berkelas, dipadu dengan jumlah unit yang terbatas, membuat kompleks ini menjadi salah satu yang ekslusif di kota ini. 
Diawali dengan pemakaian material lokal sekitar lokasi. Karena konteks perumahan ini adalah di daerah negara tropis, maka banyak bukaan pada sisi dalam ruangan dan muka bangunan. Namun uniknya pada fasade sengaja kami beri sentuhan sekondari skin agar lebih menjaga privasi pemilik rumah. Pada tipe Raflesia, kami menerapkan konsep rumah tumbuh, dimana penambahan lantai hanya kami bangun di area tengah bangunan. Hal ini dikarenakan jumlah ruangan telah terpenuhi dan penghematan biaya lantai bangunan. Dengan demikian sentuhan arsitektur modern dapat diperkuat menggunakan atap pelana maupun jengki pada tipe Raflesia. Seakan-akan menonjolkan karakteristik perumahan yang berani tampil beda dan inovatif.

Kamis, 19 April 2012

Tropical Sundae House

Tropical Sundae House
Project         : Tropical Sundae House
Location       : Jakarta, Indonesia
Year            : 2011
Architect      : creative studio
Dari sebuah ide mengembalikan hunian tropis modern ke dalam sebuah perumahan elite di jakarta. Membentuk kerangka berfikir akan menempatkan desain rumah tropis terlebih dahulu. Mempelajari arah Inlet maupun Outlet rumah menjadi titik dasar perancangan tata letak ruang. Yang awalnya menempatkan konsep ruang terbuka di dalam rumah, terkoneksi satu dengan lainnya tanpa ada penghalang dinding. Maka dengan demikian aliran udara ke dalam rumah dapat ter-alirkan dengan lancar. Peletakan koridor di samping rumah juga dapat mengikat aliran hawa dingin dari luar bangunan ke dalam bangunan. Terkait dengan aliran udara panas, maka void di lantai dua dibuat menerus hingga ke atas plafond atap. Sehingga aliran udara panas pun keluar dengan sempurna.
Tropical Sundae House
Tropical Sundae House
Kemudian kami beri sedikit olahan fasade yang menampakkan ciri dari rumah modern tropis tersebut. Ditambah elemen kayu bengkirai yang mewah nan eksotis mewarnai dinding depan maupun plafond atap. selain itu terdapat elemen kolam yang berada di teras rumah berfungsi sebagai penghantar udara dingin apabila angin berhembus kedalam rumah. Maka dengan demikian rumah modern tropis versi kami semoga menjadi jawaban hausnya akan inovasi dalam desain rumah modern saat ini.
Interior

Interior

Interior
 

Rabu, 11 Januari 2012

Balai Desa Laren


Balai Desa Laren - Perspektif

Project      : Balai Desa Laren
Location   : Laren, Lamongan, East Java
Year         : 2010
Architect   : creative studio
Perkembangan di sebuah desa, dapat terlihat dari seberapa besar pesatnya pembangunan fasilitas di desa tersebut. Hal ini ditandai oleh adanya pembangunan Balai Desa yang baru dan layak bagi seluruh perangkat desa maupun masyarakat sekitar. Demi untuk melayani masyarakat lebih baik, maka perluasan kantor balai desa di bangun dengan fasilitas yang cukup memadai. Serta menambahkan beberapa ruang yang mendukung kegiatan masyarakat. Balai Desa merupakan tempat berkumpulnya masyarakat untuk memecahkan macam-macam masalah tentang desanya.
Balai Desa Laren - Perspektif 2
Kami mengolah area tengah balai desa menjadi titik poin utama. Struktur penyanggah balai desa kami ubah menjadi lebih inovatif dan modern. Akses masuk dan keluar, kami pisahkan dari kendaraan bermotor. Sehingga aktivitas di dalam balai desa bebas dari kendaraan parkir yang biasanya mengganggu pemandangan.
Balai Desa Laren - Kantor Kades
Balai Desa Laren - Selasar
Sengaja kami berikan sebuah sentuhan motif batik pada beberapa bidang dinding tampak, yang berbahan metal yang berwarna coklat muda. Agar menunjukkan bahwa ciri khas daerah setempat yang mengagumi keanggunan motif batik. Selain itu berfungsi sebagai penampis cahaya langsung matahari dan air hujan.

Minggu, 08 Januari 2012

Musholla Al-Huda

Al-huda Musholla - Details Facade
Musholla Al-Huda

Berlokasi di desa Laren, kecamatan Laren, Lamongan, yang merupakan desain proposal permintaan warga setempat. Uniknya mushola ini berdiri di komplek kantor Polsek Laren. Dengan tujuan menjadi tempat ibadah para polisi dan juga warga sekitar polsek. Kapolsek laren mempunyai ide memanfaatkan lahan kosong yang berada di depan kantor beliau, untuk dijadikan tempat ibadah. Karena selama ini belum ada tempat ibadah bagi polisi atau seseorang yang berkepentingan saat di kantor polsek untuk menunaikan ibadah sholat.
Al-huda Musholla - Front View

Namun kami mencoba mendeskripsikan mushola tersebut sebagai icon baru dalam bangunan ibadah. Menggunakan material lokal, seperti batu bata gamping serta rosster beton ekspose menjadi ide dasar desain. Karena memudahkan perawatan dan juga tampilan yang unik namun tidak mahal.
Al-huda Musholla - Terrace

Al-huda Musholla -Wudlu Corner
Luas bangunan ini 150 sqm menjadi sangat lapang karena kami berikan terasan yang lebar di sisi terluar. Desain musholla yang bersih, anggun, dan unik menjadi kesatuan yang serasi. Sesuai dengan namanya Al-Huda; panutan (dalam arti al quran sifat-sifat agung Allah SWT) semoga menjadikan lingkungan yang soleh dan panutan bagi orang-orang disekitarnya. Amin

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More